Pandemi virus corona (COVID-19) menyebabkan perekonomian dunia terganggu,  termasuk Indonesia pun terkena dampaknya karena harus menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial di beberapa daerah.

Dari beberapa sektor usaha yang terkena dampaknya, pariwisata adalah yang paling terparah karena menjadi urutan paling bawah sebagai potential losser dibandingkan bidang usaha yang lainnya.

Sektor Pariwisata adalah yang paling terdampak (Sumber: Decode EFC Analysis)
Sektor Pariwisata adalah yang paling terdampak negatif dari Pandemi COVID-19 (Sumber: Decode EFC Analysis)

Saung Tani adalah salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) yang dimiliki Desa Torongrejo, Kota Batu yang baru saja beroperasi 2 bulan, dan juga terpaksa harus berhenti demi mengurangi kemungkinan bertambahnya penyebaran virus corona di negeri ini.

Ketika sudah ada sinyal dari pemerintah untuk mengizinkan DTW kembali beroperasi pada Bulan Juni 2020, maka Saung Tani juga harus bersiap diri untuk kembali beroperasi sesuai SOP Management DTW dan Perwali yang sudah ditetapkan Pemerintah Kota Batu.

Kami berinisiatif untuk mengundang Ibu Din Hisyam, Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata dari Pemerintah Kota Batu untuk menguatkan persiapan pengelola Saung Tani dalam diskusi singkat “Jagongan Online tentang Protokol COVID-19 pada Daya Tarik Wisata Saung Tani Torongrejo” pada hari Minggu 14 Juni 2020.

Silahkan simak hasil jagongan kami dibawah, dan jangan lupa jaga  imun, stay safe and healthy!

Rekaman Audio Jagongan Online Protokol COVID-19 untuk DTW Saung Tani Kota Batu

Klik icon play atau listen in browser untuk mendengarkan tanpa perlu install aplikasi Soundcloud

Rekaman Video Jagongan Online Protokol COVID-19 untuk DTW Saung Tani Kota Batu

SOP Destinasi Tempat Wisata Kota Batu
SOP Management DTW (Sumber: Dinas Pariwisata Kota Batu)

SOP Management Daya Tarik Wisata di Kota Batu

  1. Menginformasikan Standard Operasional Procedure (SOP) kepada pengunjung.
  2. Membatasi serta mengatur jumlah tamu paling banyak 50% dari total kapasitas DTW (akan ditinjau pelaksanaannya setiap 3 minggu)
  3. Memiliki kerjasama dengan penyedia fasilitas kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Batu
  4. Mematuhi terhadap protokol kesehatan.
  5.  Melarang pengunjung melakukan aktifitas yang dapat berpotensi menimbulkan kerumunan orang
  6. Memperhatikan etika ketika batuk, bersin, maupun membuang ludah sembarangan bagi pengunjung maupun pekerja
  7. Masing-masing pengelola hotel menyusun SOP untuk setiap department yang ada
  8. Membentuk Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19

Protokol Kesehatan untuk Daya Tarik Wisata di Kota Batu

  1. Menyediakan sarung tangan dan masker untuk karyawan dan pengunjung
  2. Mengatur jarak fisik antar pengunjung
  3. Pengunjung wajib mengisi form riwayat perjalanan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan
  4. Menyediakan tempat cuci tangan dan sabun/handsanitizer
  5. Menyediakan ruang isolasi khusus sebagai tempat transit sebelum petugas kesehatan datang
  6. Menyediakan ruang kesehatan dilengkapi dengan petugas kesehatan dan P3K
  7. Tidak menyediakan peralatan ibadah pada Musholla
  8. Melakukan pengukuran suhu tubuh seluruh karyawan dan pengunjung yang akan memasuki DTW
  9. Bila ditemukan karyawan atau pengunjung dengan suhu tubuh melebihi 36,5 derajat celcius, maka wajib melakukan Rapid Test serta isolasi mandiri
  10. Tindak lanjut dari pemeriksaan Rapid Test adalah pemeriksaan swab dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batu
  11. Penyemprotan disinfektan dilakukan minimal 2 hari sekali
  12. Wajib melaporkan perkembangan kesehatan pengunjung jika ditemui gejala COVID-19 disertai dengan riwayat perjalanan pengunjung
  13. Selalu menjaga kebersihan DTW setiap hari dan petugas wajib menggunakan alat pelindung diri (masker, sarung tangan, face shield)
  14. Menolak calon pengunjung yang terindikasi Gejala Covid-19

Peraturan Walikota Batu No. 56 Tahun 2020 Tentang PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONA VIRUS DISEASE-19 DALAM STATUS TRANSISI DARURAT KE PEMULIHAN

This Post Has One Comment

Leave a Reply